Selasa, 08 Juli 2014

Langit mu menangis lagi.

Ku lihat dari kejauhan...

Tanah mu basah lagi...

Langit itu,,
masih tergantung murung di atasnya...

Ku lihat dari kejauhan...

Anak-anak kecil tertidur lagi...
Tersenyum untuk sebuah kebebasan...

Begitu lelap...
Hiraukan waktu yang berguling lambat...

Ku dengar dari kejauhan...

Lagu kesedihan itu di putar lagi...

Mengiringi pasukan rudal riang menari,,
di atas tanah mu...

Sampai akhirnya mereka berjatuhan...

Hancurkan tanah mu yang basah...
Merenggut mimpi ribuan ayah...

Ku lihat dari kejauhan...

Seorang ibu menangis memeluk anak perempuannya yang belum terlelap.

Bersembunyi di antara reruntuhan gedung...

Sang ibu lalu berdongeng,,
tentang sebuah tempat yang indah dan damai...

Ya,, Kepada anak perempuannya...
Ya,, kepada buah hatinya tercinta...

Dongeng belum usai...
Puluhan rudal berjatuhan lagi...

Kapal pesiar datang...

Menjemput sang ibu dan anak perempuannya untuk pulang...


Jakarta, 7 juli 2014
penulis: Andria tama (crb komandan kodok)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar