Kamis, 10 Juli 2014

Pesan dari Masa Depan.

Ibu ngomel-ngomel...
Memaksa ku bangkit dari tidur...

Tanpa mimbar lantas ia berkhotbah...

Tentang Ayam berkokok,,
juga tentang Sapi pembajak sawah...

Akh,,
untuk apa di dengar...
Pekak kuping karnanya...

Aku pindah,,
duduk di belakang rumah...

Matahari tergantung tegak lurus...
Mengintai tikus-tikus yang lagi asik menggerogoti uang rakyat...

Mata ku remang,,
menenggak dua botol miras oplosan tadi malam...

Mungkin efeknya masih tertinggal...

Angin membelai lembut...
aku tertidur lagi...

Lelaki baya datang...
Wajahnya kumal...
Jejak air mata terarsir di kerutan pipi...

Bajunya bau sampah...
Robekan-robekan terhias bercerita...

Tersedih dia berkata...

Riwayat teronggok di lembah Bukit-bukit sampah...

Istri mati tak ada biaya berobat...

Anak-anak meminta-minta di lampu merah...

Lantang ku tanya,,
Siapa kau..??!!!

Aku adalah Dirimu di masa depan..!!!
Jawabnya tegas...

Kemalasan membuat ku lebur...

Kelakuan membuat ku tak di hargai orang...

Mulut terjejal waktu yang menjadi Bangkai...

Aku adalah dirimu di masa depan...

Tolong aku,,
usir semua setan yang bersemayam di hati sekarang...
Ubah juga buruknya sifat...

Aku tak ingin tetap menjadi aku...

Tolong aku,,
Ubah aku jadi berharga...

Jeritnya mengiba...

Lelaki baya itu...
Perlahan sosoknya hilang terselimut gelap...

Meninggalkan ku dalam tanya...

Entah fakta atau fiksi,,
otak ku tak bisa mencerna...

Ibu kembali berteriak,,
aku terbangun kaget...

Syukurlah hanya mimpi...

Ku lihat langit tetap biru...

Tidak,,
tadi itu bukan sekedar mimpi siang bolong...
Pikirku menggugat...

Apa Mungkin itu Pesan...??

Agar aku merubah semua sifat buruk ku..??

Ya,,
itu adalah sebuah Pesan...

Ya,,
itu memang pesan...

Pesan untuk ku,,
Dari diri ku di Masa Depan....


Jakarta, 30 Mei 2014
Penulis: Andria Tama (crb komandan kodok)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar