Rabu, 23 Juli 2014

Senyum getir Palestina untuk Dunia



Di atas penyembahan modernitas dan pengagungan idealisme liberal…

Di atas sendawa kenyang dan tawa riang anak-anak dunia…

Di atas kemesraan bangsa arab dan amerika di meja-meja makan malam…

Di atas cumbu manja simon peres dan pemimpin-pemimpin eropa…

Di atas kebisuan indonesia dan negara-negara berlabel syari’at islam…

Di atas idiotisitas perserikatan bangsa-bangsa dan autisitas Organisasi Islam Dunia…

Palestina berdiri sendiri dalam tangis dan cucuran air mata…

Terpekur dalam simbahan darah dan tusukan peluru…

Di saat dentuman peluru laknat jagal-jagal cast leads masih terdengar hafal di telinga…

Dunia masih belum juga menemukan nurani kemanusiaannya…

Label pemuja hak asasi manusia hanyalah semboyan kosong yang ada di kantong-kantong anak cucu amerika dan kroni-kroninya…

Dan palestina pun sendiri…

Berdiri tegak di antara kemahatololan badut-badut pemuja ketiak zionis…

Dan palestina pun berdiri…

Melululantakkan kemahasombongan putra-putri kera yang lahir dari rahim kerakusan dan di susui asi kezaliman…

“Biarlah kami sendiri,” kata generasi Shalahuddin Al Ayyubi itu…

“Cukuplah batu-batu intifadah ini yang menjadi teman setia kami membebaskan Al Aqsa”…

“Karna harga diri kami terlalu mahal jika di bayar dengan air mata”…

“Karna senyuman kami tak semurah tegukan coca-cola atau kekhusukkan kalian dalam berfacebook ria”…

Palestina,,

Bahkan indonesia yang baik hati pun sedikit hilang ingatan atas kebaikan putra mu…

Bukankah dulu Muhammad Amin Al Hussein yang lantang mengucap selamat pertama atas kemerdekaan negeri ini..??

Bukankah karna dia pula akhirnya gelombang dukungan bangsa-bangsa dunia membanjiri kemerdekaan negeri ini..??

Atau rasa-rasanya bahkan rakyat negeri ini pun sudah tak berselera mengingat keikhlasan uang lima juta warga gaqa atas gempa mengguncang bumi yogya…

Oh Palestina…

Di saat kami begitu lelap melewati sepertiga malam,,
Di sana kau tengah bercanda dengan kebiadaban badut-badut penghisap darah…

Di saat kami begitu lahap menikmati hidangan sarapan pagi,,
Di sana kau masih harus tiarap untuk melanjutkan hari-hari…

Kami yakin tidak banyak yang kau minta,,
Karena kau terlalu gagah untuk menjadi pengemis atas kemerdekaan mu…

Kami pun yakin tidak banyak yang kau harap,,
Karena kau terlalu mulia untuk meninakbobokan keimanan hanya demmi urusan perut…

Maafkan kami…

Maafkan kami yang hanya bisa membantumu lewat air mata…

Maafkan kami yang hanya bisa menolong mu dengan sisa uang yang ada di saku celana…

Maafkan kami yang hanya bisa mengingat mu saat ada kajian dan unjuk rasa…

Maafkan kami yang sering melewatkan nama mu dalam setiap bait doa-doa…

Allahummantsur Ikhwana Mujahiddina fi Filistin…

Allahummantsur Ikhwana Mujahiddina fi Filistin…

Allahummantsur Ikhwana Mujahiddina fi Filistin…
Penulis: Shalahuddin Umar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar