Rabu, 27 September 2017

Antara Hujan, Rindu, dan Kamu.

Aku selalu merindu.
Saat hujan jatuh membumi.
Aku selalu merindu.
Saat tetesan airnya membasahi dedaunan, tanah, dan juga atap rumah ku.

Saat hujan turun.
Aku selalu merindu.
Tapi aku tak pernah tahu kepada siapa aku merindu.
Mengapa aku merindu.
Dan untuk apa aku merindu.

Hingga hujan reda di penghujung senja.
Dan aku masih berkutat pada pertanyaan ku yang sama.
”Aku merindu untuk siapa?”

Detik berubah menit.
Menit berubah jam.
Jam berubah hari.
Dan begitu seterusnya.
Dan begitu semestinya.

Hingga Tuhan mempertemukan aku dengan mu.
Di suatu hari yang tak pernah aku duga sebelumnya.
Menyisipkan namamu pada bait-bait puisi kehidupan ku.
Lalu membekukannya di sana.
Aku suka pada cara Tuhan mempertemukan kita.

Dan senja ini hujan turun lagi.
Membuat segala yang di sentuhnya basah.
Begitu pun dengan bunga tepi jalan yang pagi tadi merekah.

Dan senja ini hujan turun lagi.
Denting airnya yang berjatuhan seperti berirama.
Kembali menyayikan lagu-lagu sendu senda.

Lalu aku kembali merindu.
Tapi aku tak lagi bertanya, “Aku merindu untuk siapa?”
Karna untuk apa aku bertanya,
Kalau hanya dengan mengingat senyuman mu saja,
Aku telah menemukan jawabannya.

Kamu adalah ciptaan-NYA.
Dan menemukan mu di dunia,
Adalah sebuah Anugrah terindah.

Cinta itu sederhana.
Aku merasa sangat bahagia.
Hanya karna kamu ada.



Penulis : Andria Tama (crb komandan kodok)
Jakarta, 27 September 2017

Note : "Gue menulis ini khusus untuk seseorang yang saat ini gue rindu.
Hey, Dear Love. I will always Miss You. ^^-