Kamis, 12 November 2015

Tetaplah di sini ... Ibu.



Dear Ibu

Ini Bu, lukisan yang ku buat untuk mu.
Hihihihihihihi... ^^-

Seperti biasa, kau akan tersenyum dan memuji seburuk apapun hal yang aku berikan.

Senyuman mu itu,
Kalau bisa ... aku ingin melihatnya lebih lama lagi.
Setidaknya sampai aku mampu menopang diri ku sendiri dan menjadi orang Berhasil yang mampu membuatmu bangga.

Jadi kumohon, tetaplah disana.
Di tempatmu berpijak saat ini.

Ya, di balik jendela itu.
Jendela rumah kita.

Aku ingin kau melihat ku.

Melihat ku bermain, tertawa, terjatuh dan tumbuh menjadi hal yang bisa kau banggakan.

Meski ku tau hari itu akan datang.
Hari dimana kau biarkan Pelangi Senja menggantikan Senyum mu yang lelah dan terlelap.

Tapi aku tak peduli!

Karna aku ingin kau ada disini.
Bersamaku.
Lebih lama lagi.


Jakarta, 22 Desember 2012
Penulis: Andria Tama (crb komandan kodok)

Kamis, 05 November 2015

Dalam bisu ... Aku mengagumi mu.

Aku masih mengingat perjumpaan terakhir kita delapan tahun lalu.
Hari itu adalah hari terakhir aku melihat mu.

Apa kau tahu?
Sejak hari itu aku selalu merindukan mu.
Apa kau tahu?
Sejak hari itu aku masih memikirkan mu.

Tapi yang aku tahu,
Sampai hari itu aku tetap saja mengagumi mu dalam bisu.
Tapi yang aku tahu,
Sampai hari itu aku tetap saja tak kuasa untuk menyapa mu.

Dan aku pun tahu,
Pada akhirnya, kau tak pernah mengenal siapa aku.

Kesalahan ku bukanlah ketika aku mulai mengagumi mu.
Kesalahan ku adalah karna aku tak pernah memiliki keberanian untuk menyapa dan mengagumi mu dari dekat.
Memperkenalkan diriku, menjadi sahabat mu, atau bahkan menyatakan perasaanku.

Terkadang aku ingin mengulang waktu.
Kembali ke masa lalu.
Hanya untuk sebuah alasan.
Agar aku bisa menyapa dirimu.

Namun aku sadar akan inginku.

Mengulang waktu?
Akh ... Apa yang sedang aku pikirkan?
Dasar bodoh!
Hahahahaha....

Ter-untuk dirimu di masa lalu.
Melalui tulisan ini, aku hanya ingin kamu tahu bagaimana caraku mengagumi mu.
Ter-untuk dirimu di masa lalu.
Melalui tulisan ini, aku hanya ingin kamu tahu bahwa rasaku terhadap mu, masih tetap sama seperti dulu.
Dan ter-untuk dirimu di masa lalu.
Terimakasih ... Karna telah memperkenalkan ku pada rasa yang belum pernah aku miliki sebelumnya.

Kita mungkin tak pernah saling sapa.
Tapi aku bersyukur,
Karna mencinta ... Tak selalu harus melalui sebuah ucapan dan kata.



Jakarta, 5 September 2015
Penulis: Andria Tama (crb komandan kodok)

Masih di sini.

Malam ini hatiku masih berdiri.
Menatap bintang langit,
Berharap kau ada di sini.

Menanti jawaban atas cinta yang ku ungkapkan.

Untuk hatimu,
Untuk cintaku.

Aku masih setia untuk satu cinta.
Aku masih di sini,
Menunggu mu,
Selamanya.


Jakarta, 2007
Penulis: Andria Tama (crb komandan kodok)