Kamis, 05 November 2015

Dalam bisu ... Aku mengagumi mu.

Aku masih mengingat perjumpaan terakhir kita delapan tahun lalu.
Hari itu adalah hari terakhir aku melihat mu.

Apa kau tahu?
Sejak hari itu aku selalu merindukan mu.
Apa kau tahu?
Sejak hari itu aku masih memikirkan mu.

Tapi yang aku tahu,
Sampai hari itu aku tetap saja mengagumi mu dalam bisu.
Tapi yang aku tahu,
Sampai hari itu aku tetap saja tak kuasa untuk menyapa mu.

Dan aku pun tahu,
Pada akhirnya, kau tak pernah mengenal siapa aku.

Kesalahan ku bukanlah ketika aku mulai mengagumi mu.
Kesalahan ku adalah karna aku tak pernah memiliki keberanian untuk menyapa dan mengagumi mu dari dekat.
Memperkenalkan diriku, menjadi sahabat mu, atau bahkan menyatakan perasaanku.

Terkadang aku ingin mengulang waktu.
Kembali ke masa lalu.
Hanya untuk sebuah alasan.
Agar aku bisa menyapa dirimu.

Namun aku sadar akan inginku.

Mengulang waktu?
Akh ... Apa yang sedang aku pikirkan?
Dasar bodoh!
Hahahahaha....

Ter-untuk dirimu di masa lalu.
Melalui tulisan ini, aku hanya ingin kamu tahu bagaimana caraku mengagumi mu.
Ter-untuk dirimu di masa lalu.
Melalui tulisan ini, aku hanya ingin kamu tahu bahwa rasaku terhadap mu, masih tetap sama seperti dulu.
Dan ter-untuk dirimu di masa lalu.
Terimakasih ... Karna telah memperkenalkan ku pada rasa yang belum pernah aku miliki sebelumnya.

Kita mungkin tak pernah saling sapa.
Tapi aku bersyukur,
Karna mencinta ... Tak selalu harus melalui sebuah ucapan dan kata.



Jakarta, 5 September 2015
Penulis: Andria Tama (crb komandan kodok)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar