Selasa, 29 September 2015

Catatan suram 26-9-15

Berita dari pantai selatan.
Tambang lebih mahal dari nyawa.

Satu lagi aktivis tumbang!
Dibantai setan berwujud manusia.
Di balai desa.

Gerombolan buaya murka.
Ganas mencabik Kancil tak berdaya.

Kancil tewas!
Darahnya beku.
Bersama KEBENARAN yang telah lama bisu.

Selamat datang!
Di dunia yang menuhankan Uang!

Jakarta, 30 September 2015
Penulis: Andria tama (crb komandan kodok)

Senin, 21 September 2015

+ 04.30

Kumandang adzan Shubuh selalu terdengar indah.
Melantun, menggema.
Di antara sunyi dan sepinya langit angkasa.

Bangunlah!
Ada surau yang merindukan hadir mu.
Bangunlah!
Masjid-masjid itu bukan monumen peringatan.

Kita sholat bersama.
Berjama'ah.
Di tempat yang lebik baik untuk beribadah.


Jakarta, 22 September 2015
Penulis: Andria tama (crb komandan kodok)

Minggu, 20 September 2015

A-K-U

Aku punya segala.
Semua.
Yang aku butuhkan.
Lebih dari teman-temanku.

Tapi apa guna?
Jika aku...,
Tetap menjadi aku.

Si mulut besar.
Pembunuh waktu.


Jakarta, 21 September 2015
Penulis: Andria tama (crb komandan kodok)

Rabu, 16 September 2015

Di Pangkuan Tanah Gersang

Siang di padang gurun.
Gersang.

Berjalan, berlari, terjatuh.
Bangkit.

Berjalan, berlari, terjatuh.
Bangkit.

Berjalan, berlari, terjatuh.
Bangkit.

Terulang.
Terus.
Lagi.

Tak juga sampai...
Tak juga usai...

Aku berhenti.
Kakiku keram.
Namun masa depan tak juga terlihat pandangan.

Aku semakin jauh.
Tertinggal rombongan.

Sendiri.
Di pangkuan tanah yang semakin gersang.

Mendongak atas awan.
Berkumur pasir panas.

Aku bertanya.
Mereka begitu mudah.
Kenapa aku susah?!

Tuhan...,
Beri aku kekuatan.
Sedikit keajaiban.
Agar semua angan.
Tak menumpuk jadi kuburan.

Penulis: Andria tama (crb komandan kodok)
Jakarta, 15 September 2015