Selasa, 10 Maret 2015

Cerpen_ I'll always Love You.

Malam ini entah kenapa aku sangat merindukan seseorang. Seorang wanita yg pernah aku sia-siakan keberadaannya. Seorang wanita yg pernah mencintaiku apa adanya dan selalu menghiasi hari ku dengan sikapnya yang ceria juga sifatnya yang manja.
Aku sangat menyesal karna telah mengecewakan hati juga kepercayaan yang pernah ia titipkan pada ku. Menduakannya dengan wanita lain memang hal terbodoh yang pernah aku lakukan.

Di luar hujan mulai datang, menjemput kerinduan yg kini semakin meradang.
Aku masih terjaga di atas tempat tidur ku. Ku ambil ponsel lalu ku buka salah satu folder bertuliskan "Si Pesek".
Dari layar ponsel ku, aku melihat masa lalu. Masa indah yg telah aku hancurkan dulu. Akh, ini benar-benar menyebalkan. Melihat raut wajah itu, melihat senyuman itu, keceriaan yg pernah menghidupkan hari-hari ku, membuat perasaan sedih dan penyesalan bersatu. Mengoyak batin juga memaki kesalahan ku di masa lalu.

Ku dengar genderang perang bergaduh di persinggahan langit malam. Dari gordeng jendela kamar, ku lihat cahaya berkedip menyilaukan. Mungkin langit sedang menyindir ku.
Akh sudahlah.

Aku masih sibuk melihat semua isi folder bertuliskan "Si Pesek". Foto-foto dia yang berada di dalamnya seperti menghipnotis ku. Membuat ku sedih dan tersenyum di saat bersamaan.

Aku dan dia. Ya, sudah lama kami tidak bertemu. Terakhir aku menemuinya ketika aku berkunjung ke Taman mini. Oh tidak, sepertinya ketika aku sedang naik angkutan metromini. Bukan bukan, tapi ketika aku membelikan selingkuhan ku rok mini. Atau mungkin ketika aku berkunjung ke Taman mini dengan menaiki angkutan Metromini bersama selingkuhan ku yang sedang menggunakan rok mini.
Akh, entahlah. Sepertinya penyakit ambeien yg pernah ku derita telah mempengaruhi sistem kerja otak ku dalam mereview ingatan yg telah aku simpan.

Jarak kami juga begitu jauh saat ini. Terakhir ku dengar ia di deportasi ke pelanet Pluto karna ketauan memasukkan upilnya ke minuman presiden. Sebelum pada akhirnya ia di kembalikan lagi ke bumi karna sering membuat resah para masyarakat pluto. Dia memang wanita yg aneh, tapi aku menyukainya. Hahaha...
Dan sekarang ia tinggal di rumah orang tuanya yg letaknya berhadapan dengan rumah ku.

Pada Kenyataannya jarak kami memang dekat. Tapi hati kami yg tidak lagi Satu, telah membuat jarak yg begitu dekat ini terasa begitu jauh.

Rasa rindu ini sudah tak tertahan lagi. Aku akan menelponnya. Ya, aku akan menelponnya. Aku akan memberitahu yg sebenarnya. Tentang perasaan ku dan penyesalan ku karna telah mengecewakannya, juga tentang aku yg telah memutuskan semua pacar ku dan melelang semua selingkuhan ku di Olx dot kom (dulunya Toko bagus dot kom). Hanya agar aku bisa kembali padanya. Mengisi hatinya dan membayar semua kesalahan yg pernah aku lakukan.

Aku cari nomor teleponnya yg ada dalam buku kontak ponsel ku. "Joko Susilo", ya aku telah menemukan nomor telepon miliknya. Aku sengaja menamai semua nomor telepon wanita di buku kontak ku dengan nama pria, agar tidak ketauan pacar juga selingkuhan ku saat itu.

My sweety honey, I am comming..!!
Segera ku colek tanda panggil untuk menghubunginya. maklum, aku menggunakan ponsel merek android layar colek (touchscreen).

"tuutt... tuutt... tuutt..." aku masih menunggu telpon ku tersambung. Sampai tiba-tiba terdengar suara wanita yang membuat ku terkejut.

"maaf, pulsa anda tidak mencukupi untuk melakukan panggilan. Mohon isi ulang pulsa anda terlebih dahulu."

BEDEBAH..!!
Mengapa di saat seperti ini pulsa ku habis..??

Segera ku cek info pulsa. Syukurlah masih ada 500 perak.
Pada akhirnya aku hanya mengirimkannya SMS.

"Dek. Sumbang pulsa 5rb aja."

Aku harap ia mau menyumbangkan pulsa. Agar aku bisa menelponnya. Hujan membuat ku malas pergi ke outlet penjual pulsa. Dan besok aku akan mengganti pulsanya.

*******
50 tahun berlalu setelah malam itu. Aku masih menunggu pulsa 5ribu yg ku pinta dulu. Yg sampai saat ini tak pernah ia kirimkan kepada ku. Jangankan pulsa, membalas SMS ku saja tidak pernah. Mungkin dia memang benar-benar sudah melupakan ku.

"Abang Wendy... Ayo cepat keluar, cucu-cucu abang udah gak sabar pengen jalan-jalan ke Dufan nih."

itu suara istri ke-5 ku yang baru ku nikahi 7 bulan yang lalu. Umurnya baru 25 tahun. Dia perempuan yang cerewet.

Dari masa lalu aku belajar.
Terkadang Cinta mempunyai jalannya sendiri yg tak terikat pada keinginan kita pribadi. Jalan mana yg Cinta berikan..?? ikuti saja dan yakinlah itu yg terbaik. Memaksakannya hanya akan membuat kita tersesat. Cukup Percaya bahwa akhir BAHAGIA pada sebuah perjalanan cinta itu, memang benar-benar ada.

"Bang Wendy...!!"

"iya iya..!! Gx sabaran bgt sih"
oke deh, ogut mau jalan-jalan dulu. Bye bye semua. Thanks udah mau baca.

******
Hujan mungkin telah membawa mu pergi terlalu jauh. Tapi semua kenangan tentang mu akan tetap ada dalam hati ku. Aku tak akan mengusirnya. Karna tempat mu memang di sana. Ya, Di dalam hati juga ingatan ku yg terindah.

Penulis: Andria tama(crb komandan kodok)
Jakarta, 9 maret 2015

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar