Minggu, 09 November 2014

Untuk Darah yang Terlupakan.

Kalian hentikan bisingnya jet tempur yang bernyanyi angkuh di atas langit kami...
Kalian hentikan senapan kokang milik serdadu yang celotehnya memaki...

Meski barisan peluru liar mencabik-cabik tubuh kalian yang kering...
Meski nyawa kalian menjadi tak lebih berharga dari roti dan selai keju hidangan sarapan pagi kami...

Tetapi kalian tetap berdiri...
Mengangkat bendera merah putih agar tak mati...
Tetapi kalian tetap berjuang...
Busungkan dada demi senyuman putra putri bangsa di masa depan...

Bambu runcing bukanlah senjata utama...
Semangat dan mimpi-mimpi kalianlah penopang segalanya...

Kami adalah putra putri bangsa ini...
Yang senyumannya ada karna penderitaan kalian yang pedih...
Kami adalah putra putri bangsa ini...
Yang kebebasannya terlahir dari tubuh kalian yang terkoyak mati...

Dan Kalian adalah Pahlawan bangsa ini...
Karna kalianlah kami hirup udara segar negeri ini...

Maafkan kami yang tak tau bagaimana caranya berterimakasih...
Maafkan kami yang tumbuh menjadi penjajah bagi negeri kami sendiri...
Maafkan kami yang hanya mengenang kalian setahun sekali...
Maafkan kami juga yang selalu melewatkan kalian dari Doa yang kami ucapkan setiap hari...

Terimakasih telah mengajarkan kami tentang Bhineka Tunggal Ika...
Terimakasih telah mengajarkan kami mencintai negeri ini...
Terimakasih telah mengajarkan kami arti berkorban demi orang-orang yang dicintai...
Terimakasih telah mengukir senyuman kami sampai hari ini...

Kalianlah Darah yang terlupakan dari ingatan kami...
Tapi tidak dari tanah negeri ini...

Dan sekarang,,
Dengarlah teriakan lantang kami,,
Putra dan Putri dari negeri ini...

Kami bangga menjadi Rakyat Indonesia...!!!
Di negeri inilah kami dilahirkan,,
Dan di negeri inilah tempat kami nanti akan berpulang,,
Dengan,, atau tanpa Nama...

Terimakasih Pahlawan Bangsa...
Terimakasih Darah yang terlupakan...
Tugas kalian telah usai...

Beristirahatlah dengan tenang,,
Dalam haribaan Tuhan yang paling indah...

Salam hormat kami,,
Putra dan Putri Indonesia...

Jakarta, 10 november 2014
Penulis: Andria tama (crb komandan kodok)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar