Jumat, 03 Oktober 2014

Kampung ku benderang, Bocah-bocah tenggelam.

Ini lelucon kampung ku yang tak lagi padam...
Lampu-lampu penghias menerangi hitam air comberan...

Kampung ku benderang...
Di sulap zaman penuh kecanggihan...

Tapi tikus-tikus tetap saja berkeliaran...
Tak takut senapan kokang peluru tajam...
Otaknya cerdik dalam keabadian...

Ini lelucon kampung ku yang tak lagi padam...

Dan sekarang,,
Bocah-bocah malu telanjang di saat hujan...

Berbeda dengan zaman ku kecil...

Bocah-bocah tertawa riang...
Bermain hujan lari telanjang...
Kegembiraan yang khas dalam kepolosan...

Dan sekarang,,
Bocah-bocah asik nonton Televisi saat adzan Magrib berkumandang...

Berbeda dengan zaman ku kecil...

Bocah-bocah berhamburan...
Sesak kan ruang Masjid pinggir jalan...
Mengikuti ayah dan ibu yang berjalan di depan...

Dan sekarang,,
Bocah-bocah senang berbagi video porno...
Dari versi barat sampai versi jepang...
Atau kisah-kisah percintaan yang mereka tonton dalam deretan sinetron kejar tayang tadi malam...

Berbeda dengan zaman ku kecil...

Bocah-bocah senang berbagi cerita tentang pahlawan super pembela kebenaran...
Atau tokoh-tokoh fiksi lainnya,,
Pemberi motivasi yang membuat mereka berani bermimpi dan bersemangat...

Ya,, dalam puluhan film kartun animasi juga serial anak yang mereka tonton,,
Saat waktu senggang atau saat liburan akhir pekan...

Dan sekarang,,
Bocah-bocah hilang kesadaran...
Terlalu banyak menghisap rokok atau menenggak miras oplosan harga gocapan sampai seratus ribuan...

Berbeda dengan zaman ku kecil...

Bocah-bocah doyan jajanan murah depan gerbang sekolah...
Seperti bajigur, arum manis, es lilin sampai selendang mayang...

Ya,,
Ini memang lelucon kampung ku yang tak lagi padam...
Kemajuan zaman membuat kampung ku benderang...

Membuat ku dapat melihat dengan jelas...
Bahwa kampung ku telah berbeda sekarang...

Membuat ku dapat melihat dengan jelas...
Tentang kepolosan bocah-bocah yang di renggut paksa...

Oleh kemajuan zaman,,
Juga perilaku para orang dewasa yang tak lagi memperdulikan...

Dan sekarang LIHATLAH...!!!

Bocah-bocah mati tenggelam...
Di atas tanah kampung ku yang semakin benderang...

Jakarta, 3 oktober 2014
Penulis: Andria Tama (crb komandan kodok)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar